Langsung ke konten utama

I GUSTI NGURAH RAI - Foto 1993

I GUSTI NGURAH RAI (dalam lingkaran)
saat remaja,foto sekitar tahun 1933an.

(Foto koleksi 📸 TropenMuseum)

I Gusti Ngurah Rai adalah putra bangsawan dari desa Carangsari. Sejak kecil beliau terkenal sangat pintar dan pemberani.

Dalam perjanjian Linggarjati, Belanda hanya mengakui kekuasaan de facto Indonesia pada wilayah Jawa, Madura, dan Sumatra. Ketika pasukan NICA Belanda datang ke Bali, I Gusti Ngurah Rai beserta pasukannya melakukan perlawanan gerilya. Perlawanan ini sangat merepotkan pasukan Belanda. Setelah pertempuran besar di daerah Munduk, pasukan dipecah. Dalam pertempuran di daerah Marga, I Gusti Ngurah Rai dan pasukan Ciung Wanara digempur dan dibombardir oleh NICA. Karena strategi capit urang pasukan I Gusti Ngurah Rai susah ditembus, maka NICA melakukan serangan udara. I Gusti Ngurah Rai dan seluruh pasukan melakukan puputan, yaitu perlawanan sampai habis. I Gusti Ngurah Rai beserta seluruh pasukan dan juga sahabat beliau Mayor Wisnu dan Kapten Sugianyar gugur sebagai kusuma bangsa.

I Gusti Ngurah Rai gugur dalam Puputan Margarana di desa Marga Tabanan, 20 Nopember 1946. Lapangan puputan yang di Denpasar adalah Puputan Badung, perang puputan yang dipimpin oleh raja Badung, tahun 1906. Di Bali terjadi beberapa kali perang Puputan, sebelumnya ada Puputan Jagaraga, perang dipimpin patih I Gusti Ketut Jelantik dan rakyat Buleleng, serta perang yang dilakukan di Klungkung di pimpin seorang perempuan I Dewa Agung Istri Kanya.

Kontribusi : Yuni Suastini

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah terindex di Google kenapa ya?

Ya, belakangan ini memang makin sulit untuk situs kecil atau baru terindeks dan muncul di hasil pencarian Google. Google jadi lebih selektif, dan algoritmanya makin mengutamakan konten berkualitas tinggi, otoritas situs, dan kepercayaan pengguna. Tapi masih bisa diatasi , asal kamu tahu langkah-langkah strategis yang benar.

Kjeragbolten: Norway's Stone of Love

Kjeragbolten, also known as the Stone of Love, is a boulder wedged in a crevice in the Kjerag mountain in Norway. It is suspended 984 meters (3,228 feet) above the Lysefjord, one of Norway’s most scenic fjords. Kjeragbolten is a popular tourist destination, and it is possible to hike to the boulder without any climbing equipment. However, the hike is challenging, and it is important to be aware of the risks involved. The trail is steep and rocky, and there are several sections where there is no safety barrier, Kjeragbolten: The Stone of Love and Daredevils